Sabtu, 21 Januari 2017

Tempat Wisata di Magetan Jawa Timur

1.Telaga Sarangan 

Wisata Sarangan Magetan Jawa Timur yang pertama ini berlokasikan di kaki Gunung Lawu. Seperti namanya, tempat wisata ini berwujud telaga dengan fasilitas yang ditawarkan yaitu speed boat. Anda bisa mengelilingi Telaga Sarangan dengan sensasi tersendiri. Jaraknya 16 Km dari Pusat Kota Magetan. Yah, tempat ini memang sudah begitu populer karena pemandangannya yang menakjubkan serta fasilitas yang mendukung. Dan buat anda pecinta kuliner, maka ada baiknya anda coba sate kelinci di sekitar Telaga Sarangan. Dijamin anda tidak akan kecewa kalau sudah berkunjung kesini.
Lokasi : Lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan

2.Air Terjun Tirtasari

ir Terjun Tirtasari yang memiliki ketinggian -+ 50 meter ini merupakan primadona tempat wisata Magetan. Selain pemandangan sekitar yang indah, untuk menjangkau tempat ini juga terbilang mudah. Dan buat anda yang mau menelusuri kawasan Air Terjun Tirtasari bisa menaiki kuda warga setempat yang memang disediakan untuk wisatawan.
Tiket masuk ke wisata ini dipatok RP. 7.000 dan untuk menuju ke lokasi dari pemukiman terakhir anda bisa berjalan kaki atau menyewa ojek.
Lokasi : Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan

3.Air Terjun Pundak Kiwo

Terletak di sisi kiri Gunung Lawu menjadikan air terjun ini diberinama Pundak Kiwo. Air Terjun yang memiliki ketinggian -+ 45 meter ini dikelilingi oleh banyaknya pohon rimbang yang masih asri. Dan buat anda pecinta wisata alam, maka tempat ini kami rekomendasikan untuk anda jelajahi berikutnya.
Lokasi : Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan

4.Telaga Wahyu Magetan

Kalau anda berkunjung ke Telaga Tirtasari, maka ada baiknya anda berkunjung pula ke Telaga Wahyu ini. Lokasinya cukup terjangkau yaitu hanya berjarak 2 KM. Telaga Wahyu yang masuk dalam kawasan wisata sarangan Magetan ini mempunyai sebutan lain yaitu Telaga Wurung Magetan. Selain pemandangan indah yang ditawarkan di telaga ini, disini anda juga bisa melakukan kegiatan lain seperti memancing dan berkemah.
Fasilitas yang disediakan di telaga ini cukup lengkap yaitu meliputi kamar mandi, warung makan, gazebo, serta becak air kalau anda mau berkeliling mengitari telaga.
Lokasi : Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan

5.Pemandian Dewi Sri

Pemandian Dewi Sri atau biasa dikenal juga dengan Candi Simbatan, Sendang Beji ini merupakan pemandian kuno yang berluaskan 18 M2. Disini terdapat beberapa penemuan arkeologi seperti miniatur rumah ( sandung ) 7 buah, Palung batu 1 buah, fragmen arca 7 buah, sumur kuno 1 buah, fragmen yoni 1 buah, lumbung baru 4 buah dan fragmen kemuncak 1 buah. Jadi, buat anda yang memiliki minat mengenal sejarah lebih dalam maka wisata sejarah di tuban ini kami rekomendasikan untuk anda kenali lebih lanjut.
Lokasi : Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan

6.Bumi Perkemahan Mojosemi

Kawasan yang satu ini ditujukan buat anda yang suka berkegiatan diluar ruangan atau biasa disebut kemah. Masuk dalam wilayah Perhutani Lawu Selatan, tempat ini juga menyajikan wahana bermain seperti flying fox dan spiderman.
Lokasi : 2 Km dari Telaga Sarangan

7.Cemoro Sewu Magetan

Memakan stroberi langsung mungkin sudah menjadi hal yang biasa yah. Namun beda dengan cemara sewu ini, disini menawarkan wisata memetik stroberi sendiri langsung dari pohonnya dengan biaya yang sangat terjangkau mulai dari 5.000 – 25.000. Tidak hanya memetik stroberi saja, namun di sekeliling lokasi juga terdapat pemandangan yang indah untuk anda nikmati ketika anda berwisata disini.
Lokasi : Ngancar, Plaosan,Magetan

8.Taman Ria Maospati Magetan

Kalau anda sedang melewati Magetan dan ingin mampir ke taman yang asri maka Taman Ria Maospati jawabannya. Taman yang mempunyai nama lain Taman Ria Kosala Tirta ini cocok untuk wisata bersama keluarga. Karena selain pemandangan yang  asri dan udara yang sejuk, ditempat ini juga menyediakan beberapa wahana permainan anak. Dan pada waktu-waktu tertentu, tempat ini setingkali digunakan untuk konser artis artis ternama di Indonesia.
Lokasi : Desa Pandean, Kecamatan Maospati, Magetan.

9.Kolam Renang Banyu Biru Magetan

di Magetan ada Kolam Renang Banyu Biru yang selalu ramai dikunjungi setiap akhir pekannya. Bukan hanya menyajikan kolam renang saja, di tempat ini juga terdapat fasilitas lain sebagai pendukung seperti tempat olahraga, pemancingan, taman bermain anak-anak, pemutaran film, bahkan ada beberapa koleksi hewan. Jadi wisata Magetan Jawa Timur ini sangatlah cocok untuk wisata keluarga.
Lokasi : Jl. Raya Magetan – Maospati, No. 5 Tinap, Sukomoro, Magetan
Buka : 06.00 – 17.00

10.Jalan Tembus Sarangan

Jalan Tembus Sarangan atau yang biasa disebut dengan JT ini merupakan jalan lintas Karangayar dan Magetan. Banyaknya warung makan dan pemandangan alam yang begitu indah menjadikan jalan ini sebagai tempat wisata di Magetan yang ramai orang kunjungi. Selain sebagai tempat peristirahatan pengendara motor maupun mobil. Di tempat ini juga setiap harinya digunakan oleh muda mudi sebagai tongkrongan. Jadi, kalau anda melintasi Jalan Tembus Sarangan, maka ada baiknya anda berhenti sejenak untuk berwisata kuliner atau sekedar menikmati udara yang segar serta pemandangan yang indah.

11.Sungai Gandong Magetan

Buat warga disekitar Magetan mungkin Kali Gandong atau Sungai Gandong ini tidak asing di telinga. Sungai yang terletak di lereng Gunung Lawu ini lokasinya tidak begitu sulit, namun anda perlu berhati hati karena untuk sampai ke tujuan anda akan melewati jalan setapak. Yang menarik dari Sungai Gandong ini adalah airnya yang begitu jernih dan tenang untuk diselami. Dan bukan hanya itu saja, bebatuan sepanjang sungai menjadi objek yang ciamik untuk berfoto ria.


12.Pendakian Gunung Lawu

Buat pecinta alam terutama pendaki Gunung, keindahan sunrise di Gunung Lawu mungkin sudah tidak diragukan lagi. Yah, Gunung yang berlokasikan di tengah-tengah antara Porvinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur ini memiliki puncak tertinggi yang menarik wisatawan untuk ditaklukkan.
Untuk jalur pendakiannya sendiri, anda bisa melewati 2 jalur yaitu Cemorokandang di Tawangmangu atau Cemorosewu di Sarangan. Selain cerita mistis yang menyebar mengenai Gunung Lawu, ada hal unik yang akan anda temukan di puncak lawu nantinya. Yaitu adanya warung makan disana. Kebayang kan ya, bagaimana pedagangnya membawa perlengkapannya

13.Candi Sadon Magetan

Candi Sadon ini juga dikenal dengan nama Candi Reog, karena didalamnya memang terdapat sebuah arca yang besar menyerupai Reog. Bukan hanya itu, disekitar Sadon juga terdapat beberapa peninggalan seperti di Dusun Mulyo yaitu Gelangan, batu berbentuk lembu dan rumah di -+ 100 m Candi Sadon dan masih banyak lagi.
Lokasi : Dusun Sadon Cepoko, Kecamatan Panekan, Magetan

14.Punden Clelek dan Sumber Clelek

ternyata banyak juga ya peninggalan sejarah yang ada di Magetan. Setelah Candi Sadon, kini masih ada lagi yaitu Punde Clelek yang berupa Cagar Budaya berjumlah tiga buah meliputi arca dan miniatur rumah. Sedangkan Sumber Clelek sendiri merupakan telaga kecil yang sudah terkenal sebagai tempat wisata di Magetan Jawa Timur dan menjadi objek wisata yang romantis untuk sepasang kekasih.

15.Alun-Alun Magetan

Buat anda yang sibuk dengan aktivitas harian, maka anda bisa pergi ke Alun-Alun Magetan ini sebagai spot menghilangkan stress. Selain tempatnya yang asri karena banyak tumbuh pohon yang begitu rindang, di tempat ini sekarang juga sudah terdapat beberapa fasilitas pendukung seperti pujasera, parkir serta taman bermain.

16.Pusat Oleh-Oleh di Jalan Sawo

Berkeliling ke tempat wisata di Magetan Jawa Timur yang begitu menyimpan banyak destinasi wisata mungkin cukup melelahkan buat anda bukan ? Dan sebelum anda beranjak kembali ke kota tempat tinggal maka ada baiknya anda membeli oleh-oleh khas Magetan di Jalan Sawo.
Ada beberapa oleh-oleh khas Magetan yang kami rekomendasikan seperti emping mlinjo, kerupuk kulit, kue bole serta lempeng. Selain makanan, adapula kerajinan tangan khas dari Magetan yaitu batik tulis Sidomukti dan beragam benda yang terbuat dari kulit khas Magetan yang bisa dijadikan anda pilihan.


Selasa, 03 Maret 2015

Asal Usul Telaga Sarangan Magetan

PLAOSAN Telaga sarangan Indah, sejuk dan penuh cerita menarik, demikianlah kata yang tepat untuk menggambarkan tempat wisata keluarga Telaga Sarangan yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini.

Danau atau yang biasa disebut telaga ini memiliki luas lebih kurang 30 hektar dan memiliki kedalaman sekitar 30 meter dan hanya berjarak 20 kilometer dari pusat kota Magetan, sehingga gampang ditempuh.
Berdasarkan informasi yang didapat dari petugas setempat, ditambah info dari tokoh dan wan warga setempat, nama lain dari Telaga Sarangan adalah Telaga Pasir. Hal ini karena berkaitan dengan cerita asal mula Telaga Sarangan.

konon cerita Kyai Pasir ( Kyai Jalilung ) dan Nyai Pasir( Nyai Jalilung ) adalah pasangan suami isteri yang hidup di hutan gunung Lawu. Mereka berteduh di sebuah rumah (pondok) di hutan lereng gunung Lawu sebelah timur. Pondok itu dibuat dari kayu hutan dan beratapkan dedaunan. Dengan pondok yang sangat sederhana ini keduanya sudah merasa sangat aman dan tidak takut akan bahaya yang menimpanya, seperti gangguan binatang buas dan sebagainya. Lebih-lebih mereka telah lama hidup di hutan tersebut sehingga paham terhadap situasi lingkungan sekitar dan pasti dapat mengatasi segala gangguan yang mungkin akan menimpa dirinya.

Pada suatu hari pergilah Kyai Pasir ke hutan dengan maksud bertanam sesuatu di ladangnya, sebagai mata pencaharian untuk hidup sehari-hari. Oleh karena ladang yang akan ditanami banyak pohon-phon besar, Kyai Pasir terlebih dahulu menebang beberapa pohon besar itu satu demi satu.

Tiba-tiba Kyai Pasir terkejut karena mengetahui sebutir telur ayam terletak di bawah salah sebuah pohon yang hendak ditebangnya. Diamat-amatinya telur itu sejenak sambil bertanya di dalam hatinya, telur apa gerangan yang ditemukan itu. Padahal di sekitarnya tidak tampak binatang unggas seekorpun yang biasa bertelur. Tidak berpikir panjang lagi, Kyai Pasir segera pulang membwa telur itu dan diberikan kepada isterinya.

Kyai Pasir menceritakan ke Nyai Pasir awal pertamanya menemukan telur itu, sampai dia bawa pulang.

Akhirnya kedua suami isteri itu sepakat telur temuan itu direbus. Setelah masak, separo telur masak tadi oleh Nyai Pasir diberikan ke suaminya. Dimakannya telur itu oleh Kyai Pasir dengan lahapnya. Kemudian Kemudian Kyai Pasir berangkat lagi keladang untuk meneruskan pekerjaan menebang pohon dan bertanam.

Dalam perjalanan kembali ke ladang, Kyai Pasir masih merasakan nikmat telur yang baru saja dimakannya. Namun setelah tiba di ladang, badannya terasa panas, kaku serta sakit sekali. Mata berkunang-kunang, keringat dingin keluar membasahi seluruh tubuhnya. Derita ini datangnya secara tiba-tiba, sehingga Kyai Pasir tidak mampu menahan sakit itu dan akhirnya rebah ke tanah. Mereka sangat kebingungan sebab sekujur badannya kaku dan sakit bukan kepalang. Dalam keadaan yang sangat kritis ini Kyai Pasir berguling-guling di tanah, berguling kesana kemari dengan dahsyatnya. Gaib menimpa Kyai Pasir. Tiba-tiba badanya berubah wujud menjadi ular naga yang besar, bersungut, berjampang sangat menakutkan. Ular Naga itu berguling kesana kemari tanpa henti-hentinya.

Alkisah, Nyai Pasir yang tinggal di rumah dan juga makan separo dari telur yang direbus tadi, dengan tiba-tiba mengalami nasib sama sebagaimana yang dialami Kyai Pasir. Sekujur badannya menjadi sakit, kaku dan panas bukan main. Nyai Pasir menjadi kebingungan, lari kesana kemari, tidak karuan apa yang dilakukan.

Karena derita yang disandang ini akhirnya Nyai Pasir lari ke ladang bermaksud menemui suaminya untuk minta pertolongan. Tetapi apa yang dijuumpai. Bukannya Kyai Pasir, melainkan seekor ular naga yang besar sekali dan menakutkan. Melihat ular naga yang besar itu Nyai Pasir terkejut dan takut bukan kepalang. Tetapi karena sakit yang disandangnya semakin parah, Nyai Pasir tidak mampu lagi bertahan dan rebahlah ke tanah. Nyai Pasir mangalami nasib gaib yang sama seperti yang dialami suaminya. Demikian ia rebah ke tanah, badannya berubah wujud menjadi seekor ular naga yang besar, bersungut, berjampang, giginya panjang dan runcing sangat mengerikan. Kedua naga itu akhirnya berguling-guling kesana kemari, bergeliat-geliat di tanah ladang itu, menyebabkan tanah tempat kedua naga berguling-guling itu menjadi berserakan dan bercekung-cekung seperti dikeduk-keduk. Cekungan itu makin lama makin luas dan dalam, sementara kedua naga besar itu juga semakin dahsyat pula berguling-guling dan tiba-tiba dari dalam cekungan tanah yang dalam serta luas itu menyembur air yang besar memancar kemana-mana. Dalam waktu sekejap saja, cekungan itu sudah penuh dengan air dan ladang Kyai Pasir berubah wujud mejadi kolam besar yang disebut Telaga. Telaga ini oleh masyarakat setempat terdahulu dinamakan Telaga Pasir, karena telaga ini terwujud disebabakan oleh ulah Kyai Pasir dan Nyai Pasir.

Sejak itu, setahun sekali, tepatnya pada hari Jumat Pon bulan Ruwah, di telaga ini diadakan acara Larung Tumpeng/ larung sesaji. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat desa. Dalam upacara ritual ini, warga melarung persembahan atau sesaji ke tengah telaga.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ketempat ini, selain bisa menikmati telaga, juga bisa menikmati obyek wisata air terjun Tirtosari.
di sini ada 2 obyek wisata sekaligus, telaga dan air terjun.
Meski tidak begitu luas, namun di tengah telaga terdapat pulau kecil. Entah apa yang ada di dalamnya, yang jelas pulau tersebut tidak dibuka untuk wisatawan.

Di sebelah barat telaga, terdapat hutan pinus yang banyak dihuni oleh kera liar. Jika sepi, kera-kera banyak yang turun ke jalan. Di telaga ini ada beberapa pilihan yang dapat Anda nikmati.

Untuk wisata air, Anda dapat naik perahu boat mengelilingi telaga. Anda dapat menikmati indahnya telaga dan merasakan segarnya air telaga.

Di sepanjang jalan dari pusat kota Magetan menuju Telaga Sarangan, Anda akan disuguhi pemandangan yang indah. Di kanan-kiri jalan terlihat hamparan sawah dan ladang penduduk. Jalannya berkelok-kelok dan naik.
Namun Anda tak perlu khawatir, karena keadaan jalannya cukup baik, tidak rusak dan bergelombang. Tapi Anda juga harus tetap berhati-hati, karena terkadang ada kendaraan yang tidak kuat naik, sehingga mogok di tengah jalan.
Sebelum tiba di Telaga Sarangan, Anda akan melewati Telaga Wurung. Telaga Wurung ini adalah tempat bagi mereka yang gemar memancing ikan. “Wurung” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya “batal”. Konon, jika sepasang kekasih melewati jalan ini, maka diyakini jalinan cintanya akan berakhir (wurung menikah).

Paket yang ditawarkan ada 2 macam, 1 kali putaran dengan biaya Rp 40.000 atau 3 kali putaran dengan biaya Rp 100.000. 1 perahu boat dapat dinaiki 4-5 orang dewasa. Untuk wisata darat, pengunjung dapat naik kuda mengelilingi telaga. Satu kali putaran Anda akan dikenai biaya Rp 40.000.

Bagi yang hobi berolahraga, bisa berjalan kaki mengelilingi Telaga Sarangan dengan keliling sekitar 1,5 km. Karena di sepanjang jalan dapat menikmati keindahan panorama alam Gunung Lawu.

Jika belum lelah berjalan, pengunjung juga bisa melanjutkan perjalanan ke air terjun Tirtosari. Anda tidak perlu khawatir, karena jalan menuju air terjun Tirtosari ini relatif mudah dilewati. Pintu masuknya terdapat di sebelah barat telaga, ditandai dengan patung pesawat di bagian depannya.

Perjalanan menuju air terjun Tirtosari ini berjarak sekitar 2,5 km. Perjalanan awal sejauh 1,5 km dapat ditempuh dengan naik kuda, namun 1 km berikutnya perjalanan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Di sepanjang jalan akan disuguhi pemandangan indah kebun sayur penduduk.

Sate kelinci

Lelah berjalan, pengunjung bisa menikmati kuliner di Telaga Sarangan. Yang paling terkenal adalah Sate Kelinci. Tidak usah bingung dimana mencarinya, karena di sepanjang telaga banyak penjual Sate Kelinci yang siap melayani.

Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, sedikitnya terdapat 140 pedagang sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Satu porsi Sate Kelinci berisi 10 tusuk sate dan lontong dijual dengan harga Rp 10.000.

Sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat, sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah.

Dengan beralaskan tikar menghadap ke telaga, Sate Kelinci terasa bertambah nikmat. Selain Sate Kelinci, banyak pedagang keliling yang menawarkan kacang rebus, jagung rebus, keripik dan lain lainnya.

Di pinggir telaga, banyak pedagang tanda mata yang berjualan. Mulai dari kaos bertuliskan Telaga Sarangan, sampai kerajinan anyaman juga disediakan. Di sisi lain terdapat pedagang sayur dan buah-buahan segar.

Sedangkan untuk masalah penginapan, pengunjung Telaga Sarangan tidak perlu khawatir. Karena di pinggir telaga, banyak hotel yang ditawarkan, mulai dari hotel melati, sampai hotel berbintang.

Yang tidak kalah pentingnya adalah, bagi pengunjung yang ingin menikmati obyek wisata Telaga Sarangan, sebaiknya jangan berkunjung pada musim liburan, karena dipadati pengunjung.

Jika ingin benar-benar menikmati dengan leluasa keindahan Telaga Sarangan hingga puas, disarnkan datang pada waktu di luar liburan. Nah, tunggu apa lagi? Segera rencanakan perjalanan wisata Anda ke Telaga Sarangan

Sumber : http://candradityaa.blogspot.com/